Klinik Tumbuh Kembang Anak di Jakarta

16 Mar 2015

Klinik Tumbuh Kembang Anak di Jakarta | Sebagai orang tua pasti donk merasa was was ketika kita mengetahui ada yang kurang atau ada yang terlambat dengan pola perkembangan buah hati kita. Akan banyak timbul berbagai macam pertanyaan di otak dan pikiran kita sebagai orang tua. Solusi untuk menjawab pertanyaan seputar tumbuh kembang anak dapat di dapat melalui berdiskusi dan berkonsultasi dengan para ahli di bidangnya yaitu para dokter anak. Kita dapat mengunjungi rumah sakit atau klinik tumbuh kembang anak yang berada di dekat rumah kita untuk dapat berkonsultasi dan mengetahui sejauh mana pertumbuhan buah hati kita baik dari sisi fisik maupun psikologi. Kadang pertumbuhan anak ada yang cepat dan lambat tergantung dari banyak hal. Nah selain mengunjungi klinik anak kita juga dapat browsing atau mencari tahu baik lewat internet atau buku sebagai bahan bacaan setelah kita menemui orang yang kompeten dan ahli dibidangnya.

Ketika kita mendapat buah hati kita tidak seperti anak lainnya kita dapat mendatangi Klinik Tumbuh Kembang Anak . Pelayanan Klinik Tumbuh Kembang diciptakan khusus untuk membantu orang tua dalam mengatasi permasalahan pada anak secara tepat dan akurat, sehingga diperoleh penatalaksanaan yang sesuai dengan kebutuhan anak dan keluarga. Keberadaan Klinik Tumbuh Kembang merupakan klinik multidisiplin yang bertujuan memantau dan menangani masalah pertumbuhan dan perkembangan anak sejak lahir. Bayi dan anak yang memilikii resiko gangguan pada pertumbuhan dan perkembangan memerlukan pemantauan jangka panjang sejak bayi berusia 3 bulan hingga 2 tahun, oleh ahli syaraf anak (paediatric neurology).

Faktor-faktor adanya gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak pada umumnya, adalah :

Bayi dengan berat badan lahir yang rendah (kurang dari 1.500 gram).

Bayi kurang bulan (premature) dengan usia kehamilan kurang dari 32 minggu.

Bayi dengan gangguan kesehatan dalam masa perinatal (mulai dari usia kehamilan 28 minggu sd usia 7 hari), seperti : sindroma gawat napas, hiperbilirubinemi (kuning) atau keadaan lain yang memerlukan transfusi tukar, kejang pada bayi baru lahir dan radang selaput otak.

Bayi dengan infeksi bawaan (congenital): cytomegalovirus, toxoplasma, rubella and syphilis.

Pada bayi anak yang memiliki gangguan tumbuh kembang, seperti :

Bayi dengan kelainan bawaan seperti sindroma Down atau Trisomi 21.

Anak dengan keterlambatan kemampuan berbicara atau gangguan berkomunikasi, gangguan pendengaran dan gangguan penglihatan.

Bayi dan Anak dengan keterlambatan sistem motorik, seperti: terlambat duduk, terlambat berjalan.

Anak dengan kesulitan belajar.

Anak dengan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif.

Tugas sebagai orang tua adalah melakukan pemantau secara dini dan berkala segala aspek dari pertumbuhan dan perkembangan bayi anak akan memperbesar kemungkinan anak untuk dapat mempertahankan kualitas hidup yang lebih optimal. Salah satu cara nya adalah dengan selalu berkonsultasi di Klinik tumbuh kembang anak di jakarta (KTK) adalah suatu klinik yang bertujuan untuk menanggulangi masalah tumbuh kembang anak sejak dini serta membantu orang tua dalam pengasuhan / manajemen tumbuh kembang anaknya agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal baik fisik, mental dan sosial.

Dalam prosesnya tumbuh kembang anak di pengaruhi oleh dua faktor yaitu : faktor genetic dan faktor lingkungan, faktor genetic merupakan modal dasar dalam proses tumbuh kembang anak, sedangkan faktor lingkungan akan menentukan tercapainya potensi bawaan.

Beberapa Kondisi bayi & anak yang memerlukan pemeriksaan, terapi latihan & pengobatan di klinik tumbuh kembang :

Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) (<2500 gram)

Bayi baru lahir kejang (neonatal fit)

Bayi pasca/setelah perawatan NICU

Bayi baru lahir tidak menangis / biru

Bayi menggunakan alat bantu nafas lebih dari 48 jam

Bayi dengan kelainan bawaan

Bayi atau anak yang mengalami kekurangan gizi

Bayi atau anak yang pernah mengalami kejang

Anak yang mengalami gangguan motorik, seperti terlambat berguling, terlambat duduk, merangkak, berjalan

Anak hiperaktif yang tidak bisa berkonsentrasi

Anak yang mengalami gangguan kontak dengan anak lain (autism)

Anak yang mengalami gangguan perencanaan gerak, koordinasi dan keseimbangan gerak

Anak depresi dan susah makan, dan kesulitan mengunyah serta menelan

Anak yang mengalami gangguan kesulitan belajar, membaca, menulis dan berhitung

Anak dengan gangguan pendengaran

Anak dengan gangguan pengelihatan

Selain dari sisi tumbuh kembang anak klinik tumbuh kembang anak juga melayani:

Psikologi, Melayani anak-anak yang membutuhkan konsultasi psikologis atau test seperti:

Test IQ dan kepribadian

Test minat bakat

Konseling psikologi


Terapi Wicara
Melayani anak-anak yang mengalami keterlambatan bicara, kesulitan bicara dan gangguan bahasa, sehingga dapat meningkatkan kemampuan anak dalam berkomunikasi secara dua arah

Okupasi Terapi, Melayani anak-anak yang mengalami gangguan :

Motorik halus (fine motor skills)

Motorik kasar (gross motor skills)

Sensory integration

dan membantu anak menjadi mandiri dalam melakukan aktiftas sehari-hari


Orthopaedagog, Melayani anak-anak yang mengalami kesulitan dalam belajar

Behaviour Terapi, Melayani anak-anak yang mengalami gangguan perilaku seperti hyperaktif, tantrum, dll

Setelah kita dapat memantau dan memonitor tumbuh kembang anak kita alangkah baiknya kita juga harus mengetahui sejauh mana kondisi tersebut timbul. Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan oleh orang tua ketika kita mengetahui perkembangan buah hati kita, faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak:

Proses pertumbuhan dan perkembangan anak, tidak selamanya berjalan sesuai yang diharapkan. Hal ini disebabkan karena banyak faktor yang mempengaruhinya, baik faktor yang dapat diubah/dimodifikasi yaitu faktor keturunan, maupun faktor yang tidak dapat diubah/dimodifikasi yaitu faktor lingkungan. Apabila ada faktor lingkungan yang menyebabkan gangguan terhadap proses tumbuh kembang anak, maka faktor tersebut perlu diubah (dimodifikasi).

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak tersebut adalah sebagai berikut:

1.1.Faktor Keturunan (herediter)

1.Seks
kecepatan pertumbuhan dan perkembangan pada seorang anak wanita berbeda dengan anak laki-laki

2.Ras
Anak keturunan bangsa Eropa lebih tinggi dan besar dibandingkan dengan anak keturunan bangsa Asia.

1.2. Faktor Lingkungan

1.Lingkungan eksternal

1) Kebudayaan
Kebudayaan suatu daerah akan mempengaruhi kepercayaan adat kebiasaan dan tingkah laku dalam merawat dan mendidik anak.

2) Status sosial ekonomi keluarga

Keadaan sosial ekonomi keluarga dapat mempengaruhi pola asuhan terhadap anak. Misalnya orang tua yang mempunyai pendidikan cukup mudah menerima dan menerapkan ide-ide utuk pemberian asuhan terhadap anak

3) Nutrisi

Untuk tumbuh kembang, anak memerlukan nutrisi yang adekuat yang didapat dari makan yang bergizi. Kekurangan nutrisi dapat diakibatkan karena pemasukan nutrisi yang kurang baik kualitas maupun kuantitas, aktivitas fisik yang terlalu aktif, penyakit-penyakit fisik yang menyebabkan nafsu makan berkurang, gangguan absorpsi usus serata keadaan emosi yang menyebabkan berkurangnya nafsu makan.

4) Penyimpangan dari keadaan normal

Disebabkan karena adanya penyakit atau kecelakaan yang dapat menggangu proses pertumbuhan dan perkembangan anak.

5) Olahraga

Olahraga dapat meningkatkan sirkulasi, aktivitas fisiologi, dan menstimulasi terhadap perkembangan otot-otot.

6) Urutan anak dalam keluarganya

kelahiran anak pertama menjadi pusat perhatian keluarga, sehingga semua kebutuhan terpenuhi baik fisik, ekonomi, maupun sosial.

1.Lingkungan internal

1) Intelegensi

Pada umumnya anak yang mempunyai intelegensi tinggi, perkembangannya akan lebih baik jika dibandingkan dengan yang mempunyai intelegensi kurang.

2) Hormon

Ada tiga hormon yang mempengaruhi pertumbuhan anak yaitu:
somatotropin, hormon yang mempengaruhi jumlah sel untuk merangsang sel otak pada masa pertumbuhan, berkuragnya hormon ini dapat menyebabkan gigantisme; hormon tiroid, mempengaruhi pertumbuhan, kurangnya hormon ini apat menyebabkan kreatinisme; hormon gonadotropin, merangsang testosteron dan merangsang perkembangan seks laki-laki dan memproduksi spermatozoa. Sedangkan estrogen merangsang perkembangan seks sekunder wanita dan produksi sel telur.kekurangan hormon gonadotropin ini dapat menyebabkan terhambatnya perkembangan seks.

3) Emosi

Hubungan yang hangat dengan ornag lain seperti ayah, ibu, saudara, teman sebaya serta guru akan memberi pengaruh pada perkembangan emosi, sosial dan intelektual anak. Pada saat anakberinteraksi dengan keluarga maka kan mempengaruhi interaksi anak di luar rumah. Apabila kebutuhan emosi anak tidak dapat terpenuhi

Mengetahui tumbuh kembang anak tidak hanya tugas seorang ibu tetapi merupakan tugas sebagai orang tua untuk sealalu terus memonitor sejauh mana perkembangan buah hati kita. Tidak hanya lewat kasat mata tetapi kita harus dapat memeproleh informasi langsung dari para ahlinya. Salah satu usaha tersebut adalah dengan mendatangi Klinik tumbuh kembang anak . Anda yang tinggal di kota jakarta dapat mengunjungi klinik tumbuh kembang anak di jakarta.


TAGS klinik tumbuh kembang anak di jakarta klinik anak tumbuh kembang jakarta


Comment
-

Author

Follow Me